Monday, July 31, 2017

BUDAYA MANTENAN


Orang awam mengenal istilah mantenan adalah acara untuk memperingati atau syukuran pernikahan. Namun, di desa Romben Barat, Dungkek-Sumenep mantenan merupakan tradisi pertunangan dini, yaitu perjodohan anak. Warga desa Romben Barat percaya dengan melakukan atau melaksanakan mantenan dapat memperlancar rejeki.

Tradisi ini dilakukan dengan cara mendandani si anak atau pasangan yang dijodohkan dengan pakaian adat dan mereka dinaikkan kuda secara terpisah, lalu diarak dari rumah manten laki-laki ke rumah manten perempuan.

Biaya yang diperlukan untuk mengadakan acara mantenan ini cukup besar. Biaya ini dipakai untuk menyewa kuda, baju manten, tukar cincin, serta berapa banyak undangan dalam satu kali acara. Oleh karena itu, tidak semua warga mampu  mengadakan atau melaksanakan mantenan.

Tradisi ini tidak semerta-merta mengharuskan pasangan atau anak yang dijodohkan harus menikah. Mereka diberi pilhan apakah mereka ingin melanjutkan perjodohan mereka ke jenjang lebih serius yaitu pernikahan, atau perjodohan tersebut dibatalkan. Hal ini dapat dilakukan karena perjodohan atau mantenan yang dilakukan bermaksud untuk membuang penghalang rezeki.
Share:
Location: West Romben, Dungkek, Sumenep Regency, East Java, Indonesia

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Paling Dilihat

Blogger templates